JUDUL utama buku setebal 824 halaman itu Selalu
Ada Pilihan. Sub judulnya Untuk Pencinta Demokrasi dan Para Pemimpin Indonesia
Mendatang, dicetak dalam format 15,5 x 23 cm. Setelah sekitar satu tahun
ditulis dan diproses, Jumat, 17 Januari, buku ini diluncurkan.
Ditulis sendiri oleh Susilo Bambang Yudhoyono, dicicil selama satu tahun, selesai 70 persen pada pertengahan Juli 2013. Semula sebelum hurufnya diperkecil, tebalnya 1.084 halaman.
Ketika tim penerbitnya, Penerbit Buku Kompas, diundang SBY ke Puri Cikeas, 14 Oktober 2013, dia sampaikan kronologi penulisan, garis besar isi buku, dan beragam kemungkinannya. ”Atas kehadiran buku ini, segala kemungkinan sudah saya pikirkan dan kalkulasikan baik-baik, termasuk respons negatif dan komentar minor, seperti Presiden, kok, menulis buku. Harusnya bekerja atau SBY, kan, hanya mau curhat,” kata SBY.
Ditulis sendiri oleh Susilo Bambang Yudhoyono, dicicil selama satu tahun, selesai 70 persen pada pertengahan Juli 2013. Semula sebelum hurufnya diperkecil, tebalnya 1.084 halaman.
Ketika tim penerbitnya, Penerbit Buku Kompas, diundang SBY ke Puri Cikeas, 14 Oktober 2013, dia sampaikan kronologi penulisan, garis besar isi buku, dan beragam kemungkinannya. ”Atas kehadiran buku ini, segala kemungkinan sudah saya pikirkan dan kalkulasikan baik-baik, termasuk respons negatif dan komentar minor, seperti Presiden, kok, menulis buku. Harusnya bekerja atau SBY, kan, hanya mau curhat,” kata SBY.









